Monday, February 1, 2016

Bagaimana Cara Trading Forex


Bagaimana mendapatkan keuntungan dengan trading forex? Ada dua cara: "buy" (beli) dan "sell" (jual). Kalau ingin ambil untung saat harga naik, maka "buy", sedangkan kalau ingin ambil untung saat harga turun maka "sell". Misalnya kita memiliki ladang GBP/USD dan alat panen yang kita pilih adalah "buy", secara otomatis itu berarti kita "buy" GBP dan "sell" USD. Sedangkan kalau alat panennya "sell", itu berarti kita "sell" GBP dan "buy" USD.

Jadi, trading di pasar forex sebenarnya simpel, mirip dengan pasar-pasar lainnya. Khususnya kalau Anda punya pengalaman trading saham, maka trading forex tentunya akan gampang.

Bedanya ada pada barang yang diperjualbelikan, yaitu mata uang. Mata uang satu dipertukarkan dengan mata uang lainnya dengan harapan harga akan berubah ke arah yang sesuai dengan perkiraan kita. Nah, agar bisa berjual beli dengan tepat, kita perlu tahu dulu beberapa hal berikut ini.

Membaca Kuotasi (Quote Forex)
Sudah dipelajari di bagian sebelumnya bahwa forex selalu berpasangan. Pada dasarnya dalam transaksi Forex, ketika kita membeli (buy) satu mata uang, secara otomatis kita menjual (sell) mata uang yang menjadi counterpart-nya.
Misalnya saja pada pair Euro vs. Dolar, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah:

Mata uang yang muncul di depan tanda garis miring dikenal dengan istilah base currency atau dalam kasus ini EUR, sedangkan mata uang yang ada di belakang garis miring biasa disebut counter atau quote currency atau dalam kasus ini USD.

Kalau order yang kita lakukan adalah "buy", nilai tukar memberi tahu kita berapa yang harus kita bayar menggunakan quote currency untuk memperoleh base currency. Lebih mudahnya, mari kita gunakan contoh di atas. Untuk membeli EUR 1, kita harus membayar USD1.4746.

Saat kita melakukan "sell", nilai tukar tersebut memberi tahu berapa unit dari quote currency yang akan kita dapat saat menjual satu unit base currency. Jika menggunakan contoh di atas, itu artinya kita akan mendapat USD 1.4745 saat menjual EUR 1.

Supaya lebih mudah memahami tentang pair dan bagaimana trading menggunakannya, kita cukup menghapalkan kuncinya: base currency adalah "basis" atau "dasar" untuk order "buy" atau "sell" kita. Jadi...sewaktu kita buy EUR/USD, itu artinya kita membeli Euro dan menjual Dolar AS; dan kalau sell EUR/USD artinya menjual Euro dan membeli Dolar AS.

Masih pusing? Konsentrasikan saja perhatian kita untuk membeli pair (misalnya) EUR/USD, kalau kita yakin base currency (EUR) akan naik nilainya. Sebaliknya, kita hanya perlu menjual pair ini, jika percaya quote currency-lah (USD) yang akan naik. Simpel, kan?

Posisi Long/Short
Untuk bertrading, kita pertama-tama harus memutuskan apakah akan order 'buy' atau 'sell'.
Perlu dicatat nih:
Long = buy
Short = sell

Posisi long artinya kita ingin mendapat keuntungan dari kenaikan harga pada sebuah pair. Bila ingin melakukan buy, kita harus memastikan kalau nilai base currency sedang naik. Setelah membeli, kita akan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Kalau dalam kamus trader, apa yang kita lakukan ini disebut "going long" atau melakukan "long position."

Sedangkan posisi short artinya kita ingin mendapat keuntungan dari penurunan harga. Nah, kalau kita ingin melakukan sell, kita mesti memastikan kalau nilai base currency sedang turun. Kemudian kita akan menutup order itu saat nilai base currency lebih rendah dibanding nilai pembukaannya tadi. Dalam kamus trader, aksi kita ini disebut "going short" atau melakukan "short position". Dalam kasus ini, kita cukup mengingat rumus kedua.

Harga Bid/Ask
Semua kuotasi harga di forex ditulis dalam dua harga: bid dan ask. Harga bid biasanya lebih rendah dibanding harga ask.
Lihat lagi kuotasi harga yang tadi:


Harga bid adalah harga dimana broker bersedia membeli base currency dan menjual quote currency. Ini adalah harga yang kita pakai kalau kita akan sell suatu pair mata uang.

Harga ask, atau kadang juga disebut sebagai offer, adalah harga dimana broker bersedia menjual base currency dan membeli quote currency. Artinya, harga ask adalah harga yang kita pakai kalau kita akan buy suatu pair mata uang.

Dalam contoh diatas, kita punya pilihan untuk sell Euro pada harga 1.4745 atau buy Euro pada harga 1.4746. Selisih antara harga bid dan ask disebut sebagai 'spread', dan ini adalah salah satu bagian dari profit broker yang akan kita bahas di beberapa materi berikutnya.

Pip dan Pipette, Bibit-bibit Profit Forex
Pip adalah unit pengukuran yang memperlihatkan perubahan nilai antara dua mata uang. Misalnya saja pair USD/JPY bergerak dari angka 91.23 ke 91.24. Nah, kenaikan 0.01 ini disebut SATU PIP.
Pip biasanya adalah desimal terakhir yang berada pada satu kuotasi nilai mata uang. Umumnya pair muncul dengan 4 angka desimal, tetapi beberapa pair (seperti pair cross Yen Jepang) memiliki dua angka desimal.

Perlu diperhatikan disini
Tidak semua broker menggunakan kuotasi 4 dan 2 digit. Ada juga broker-broker yang menggunakan kuotasi 5 dan 3 digit. Nah, broker-broker itu pada dasarnya menggunakan "fractional pips" atau yang disebut juga "pipettes". Contohnya, jika USD/JPY bergerak dari 91.234 ke 91.237, maka berarti disitu ada perubahan 0.003, atau sama dengan 3 pipette.

Paham ya!? Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana cara menghitung profit dari pip? Karena setiap mata uang memiliki nilai kursnya sendiri, maka cara mengkalkulasi nilai pip untuk setiap pair pun terus berubah bersama dengan naik-turunnya kurs. Perhatikan contoh berikut ini:

Nobita punya akun di broker DoraFX yang menyediakan kuotasi empat digit. Disana, dia akan bertrading USD/CAD. Saat itu, kurs USD/CAD adalah 1.0200. Kurs itu bisa dibaca sebagai: 1 USD/1.0200 CAD. Disini, perubahan satu pip berarti perubahan 0.0001 CAD. Sehingga nilai dolar per-pip per unit yang diperdagangkan:
= (0.0001 CAD) x (1 USD/1.0200 CAD)
= (0.0001 CAD/1.0200 CAD) x 1 USD = 0.00009804 USD per unit
Dengan contoh itu, jika Nobita bertrading 1 lot mini dalam pair USD/CAD, dimana 1 lot mini = 10,000 USD, maka nilai dolar per-pip-nya kira-kira 0.98 USD.

Puyeng? Hehe, jangan khawatir, pada saat trading nanti kita tidak perlu memusingkan perhitungan pip atau pipette. Kita punya broker Forex yang akan melakukan semua perhitungan untuk kita secara otomatis. Broker juga biasanya menyediakan kalkulator pips dimana kita bisa menghitung sendiri kira-kira berapa dolar yang akan didapat setelah kurs berubah sekian pip. Kami juga punya kalkulator pips, bisa dipakai gratis hanya dengan mengklik link ini.

Leverage Dan Margin
Saat akan mendaftar di broker forex mana saja, kita akan berjumpa dengan pilihan leverage dan margin. Selanjutnya pun, kita akan sering menemukan istilah ini dimana-mana, karena perannya cukup penting bagi keberlangsungan akun trading kita. Berkat adanya hal ini, siapa saja bisa bertrading forex, meski modalnya minimal. Nah, apa itu leverage dan margin dalam forex?

Pengertian Leverage
Leverage secara harfiah bisa diartikan sebagai 'daya ungkit'. Secara istilah, itu kurang lebih bisa diartikan sebagai 'daya ungkit' yang ditawarkan broker agar kita bisa bertrading besar meski modal kita kecil. Ini karena agar benar-benar bisa meraup untung, maka sejatinya akan butuh modal besar.

Lihat contoh berikut:
Diketahui hari ini nilai tukar EUR/USD adalah 1.5712 yang artinya 1 Euro sama dengan USD1.5712. Dan keesokan harinya pasangan mata uang tersebut telah mengalami pergerakan poin menjadi 1.6712. Misalnya kita membeli 100 Euro, maka profit yang akan kita dapatkan dihitung sebagai berikut (1.6712 - 1.5712) x 100 Euro = 0.01 x 100 = 1 Euro.

Lho, profitnya cuma 1 Euro begitu, lalu apa menariknya trading forex? Lah, modalnya kecil sih, hanya 100 Euro. Bayangkan jika kita depositkan modal yang lebih besar, 10,000 Euro misalnya. Jadi jika dihitung lagi, dengan deposit sebesar itu, keuntungannya bisa 100 Euro! Jika ditukar dengan Rupiah 100 Euro x Rp15,000 = Rp1.5 juta! Waah, lumayan juga ya!

Dari contoh kasus di atas, mungkin beberapa dari kita ada yang berpendapat,"Deposit sebesar itu tapi keuntungannya cuma 1% persen? Kita mati-matian cari modal 10,000 Euro alias 150 juta Rupiah, cuma untuk dapat 1.5 juta Rupiah? Sama saja bohong dong."

Tunggu dulu! Contoh di atas adalah trading konvensional dengan sistem satu tukar satu, yang artinya semakin tinggi modalnya semakin tinggi untungnya. Tipe perdagangan seperti itu tentunya tidak akan menarik khususnya bagi kita yang berkantong pas-pasan. Dari situlah akhirnya dilahirkan "leverage".

Dengan leverage, kita tidak perlu secara nyata menyiapkan modal 10,000 Euro untuk bertrading. Intinya, Anda cukup memberikan jaminan dalam jumlah kecil saja untuk memperoleh modal 10,000 Euro tersebut. Contohnya, dengan leverage 1:100, kita cukup memberikan 100 Euro untuk memperoleh modal 10.000 Euro. Jika modal 10,000 Euro itu dipakai untuk trading dan mendapat untung seperti di contoh tadi, maka keuntungan tetap 100 Euro! Intinya, kita bisa jadi untung 100 persen sekali trading!

Kemana jaminannya diberikan? Tentu saja ke broker yang telah kita pilih. Lalu apakah broker tersebut tidak rugi menyiapkan uang sebanyak itu? Tentu saja tidak! Ingat loh, trading forex adalah trading secara non-fisik, artinya, broker tidak perlu memberi kita segepok uang sebanyak 10.000 Euro sungguhan. Mereka hanya perlu memberikan fasilitas dan mendapatkan keuntungan tersendiri. Darimana broker forex memperoleh keuntungan, akan dibahas lebih lanjut pada materi tentang broker di kelas 1 SD.

Pengertian Margin
Baca lagi contoh leverage, "Anda cukup memberikan jaminan dalam jumlah kecil saja untuk memperoleh modal 10,000 Euro tersebut. Contohnya, dengan leverage 1:100, kita cukup memberikan 100 Euro untuk memperoleh modal 10.000 Euro."

Nah, uang 100 Euro tersebut adalah "margin" yang perlu Anda serahkan agar bisa memanfaatkan fasilitas leverage broker.

Atau dengan kata lain, margin adalah besarnya uang yang perlu kita serahkan pada broker sebagai jaminan agar broker bisa menjaga posisi kita. Broker menggunakan dana ini agar mereka bisa menempatkan posisi trading kita di jaringan pasar interbank.

Margin biasanya ditunjukkan dalam bentuk persentase jaminan yang harus kita serahkan versus besarnya dana yang bisa kita gunakan untuk buka posisi. Berdasarkan margin yang ditentukan broker, kita bisa menghitung berapa besar leverage maksimal kita. Berikut ini contoh konversinya:


Margin Bagai Madu Dan Racun
Bisa menyulap 100 Euro jadi 10,000 Euro, sungguh ajaib ya, leverage dan margin ini? Eits, jangan salah. Dibalik keajaibannya, margin trading ini sejatinya seperti madu dan racun. Ia bisa menjadi madu dengan memberikan kita kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang sangat besar sekaligus menjadi racun, karena dengan margin pula seorang trader bisa mengalami kerugian yang sangat besar. Kok bisa begitu?

Masalahnya, margin dalam forex menyamarkan berapa besar modal kita sesungguhnya, sehingga ketika rugi besar pun bisa tidak terasa. Umpama dalam contoh diatas tadi. Berkat margin 1%, cukup dengan modal 100 Euro, kita bisa mendapatkan untung 100 Euro. Tapi, andaikan EUR/USD bukannya naik dari 1.5712 jadi 1.6712, tapi malah turun jadi 1.4712, maka kita kontan akan rugi 100 Euro juga.

Karenanya, maka kita mesti memperhatikan istilah-istilah penting berikut ini saat bertrading:

  • Margin requirement/margin required: sama dengan pengertian 'margin' diatas, ini maksudnya adalah besar uang yang perlu kita serahkan pada broker agar bisa bertrading.
  • Account margin: total uang yang kita miliki dalam 'rekening' kita di broker.
  • Used margin: bagian dari uang dalam rekening kita yang 'dikunci' broker untuk menjaga posisi trading yang sedang berjalan. Kita tidak bisa mengutak-atik used margin ini hingga posisi trading kita tutup sendiri, atau kena margin call.
  • Usable margin: bagian dari uang dalam rekening kita yang 'bebas' untuk dipakai jual/beli, alias buka posisi trading baru.
  • Margin call: kalau jumlah uang dalam rekening kita tidak bisa menambal kemungkinan rugi (loss), atau ketika jumlah modal yang kita punya lebih rendah dari used margin, maka posisi-posisi trading yang sedang berjalan akan secara otomatis ditutup oleh broker sesuai dengan harga pasar. Kena margin call artinya kita sudah jelas rugi.



Masih bingung tentang bagaimana cara trading forex? Praktik langsung saja dengan dana virtual di akun demo, ulangi, dan terus pelajari grafik sebelum grafik menelanmu mentah-mentah saat trading sungguhan. Dapatkan akses ke berbagai akun demo trading disini . Tetaplah trading di akun demo sembari belajar sampai kita merasa nyaman, menemukan karakter trader dan gaya trading kita, dan mengembangkan sistem yang menguntungkan. Sebelum membuka akun riil dan menggunakan seluruh harta kita sebagai modal.

SEKALI LAGI: TETAPLAH TRADING DI AKUN DEMO SAMPAI MENEMUKAN KARAKTER TRADER DAN GAYA TRADING KITA, SERTA MENGEMBANGKAN SISTEM YANG MENGUNTUNGKAN. Itu adalah pelajaran dasar dan terpenting yang mesti diingat oleh semua trader pemula seperti kita.

2 comments

  1. Untuk jalankan trading ini trader perlu usaha di jalankan, seperti dengan belajar membaca dan juga bisa kita mempraktikan akan cara trading forex ini dengan baik dan benar dalam akun demo. Selain itu trader ingin trading segala macam metode trading seperti Hedging/Lock, Scalping, Martingale, Averaging, News Trading, dan sebagainya, termasuk penggunaan segala macam jenis Robot Forex, di broker gainscopefx dengan berbagai fasilitas yang ada sangat menarik

    ReplyDelete
  2. in our run forex trading that we must first have the preparation and readiness, by learning in step by step where we must run good trading. FXB Trading is well known for offering great help with Daily Outlook related to currency analysis with real time information has made it easier for merchants to manage their trades successfully in the CFD market.

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon